Bripka I Wayan Wedhana Melaksanakan SAR Orang Hilang di Perairan Pantai Dermaga Rajegwesi

admin

Banyuwangi || Transisinews – Perubahan cuaca dan angin kencang yang terjadi di wilayah pantai selatan menyebabkan seorang nelayan hilang di tengah laut yang di sebabkan oleh tersambar petir yang mengakibatkan korban terjatuh keseret arus air laut dan dalam pencarian oleh pihak tim gabungan sampai saat ini.

Kanit pos Polairud Pancer Bripka I Wayan Wedhana menjelaskan dalam kegiatan pada hari Senin, 14/11 pada pukul 08.50 pencarian oleh tim SAR gabungan di hari ke dua ini, dilakukan dengan melakukan penyisiran dan pemantauan kawasan perairan pantai dermaga rakyat yang ada di Rajegwesi.

Adapun personel Gabungan yang terdiri dari TNI, Polairud, unsur anggota Polsek Pesanggaran Ipda Wahono dengan 4 Personil anggota Polsek Pesanggaran, Basarnas Basarnas Banyuwangi 5 orang, Distana Sarongan 3 orang dan Masyarakat Nelayan 5 Orang yang melakukan patroli pantai untuk melakukan pencarian serta penyisiran terhadap korban hilang.

Wayan menambahkan kronologi kejadian orang hilang menurut keterangan saksi di lapangan, korban atas nama Mujiono (39) yang berprofesi sebagai nelayan dan bertempat tinggal di dusun Sarongan RT 1/RW1 desa Sarongan kecamatan Pesanggaran bersama saksi atas nama Riyanto (39) yang berprofesi sebagai nelayan dan juga bertempat tinggal di dusun Sumberbopong RT 3 RW 2 desa Kandangan kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Sedang pergi menuju ke bagang yang berada di tengah laut dengan menggunakan perahu dengan kondisi cuaca hujan pada saat berada di tengah laut.

Pada hari Sabtu, 12 November 2022, Sekira jam 15.00 Wib, Saudara Riyanto (39) bersama korban Mujiono (39) berangkat kerja menuju bagang tempat mencari ikan di laut sekitar pantai Rajegwesi desa Sarongan pesanggaran yang hampir mendekati wilayah ponco moyo dengan menggunakan perahu, sesampainya di bagang sekira 16.00 Wib dalam keadaan hujan lebat di sertai dengan suara Petir. Sesampai di bagang saksi Riyanto, turun dari atas perahu dan naik di atas bagang sambil membawa minyak bensin dan di susul oleh korban Mujiono, Setelah naik ke atas bagang dilanjutkan dengan mengikat perahu di bagang.

Sesampainya di atas bagang korban yang belum selesai mengikat perahu dan tiba-tiba ada petir yang menyambar, yang mengakibatkan korban Mujiono terjatuh kelaut akibatnya dari kejadian tersebut korban hilang sampai saat ini dan belum di ketemukan. Karena perahu belum terikat yang menyebabkan perahu lepas ke tengah laut, saksi Riyanto melihat tersebut langsung berenang untuk mengambil perahu.

Sehubungan dari kejadian itu saksi berusaha untuk menghidupkan kembali mesin perahu akan tetapi mesin perahu tidak bisa di hidupkan yang membuat perahu terombang-ambing di tengah laut dan tidak bisa di bawa pulang ke darat (pinggir) setelah menunggu beberapa saat ada perahu nelayan lainnya yang melintas yang juga berprofesi sebagai nelayan yang kemudian di bantu ke pinggir pantai Rajegwesi untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk dilakukan pencarian kepada korban yang saat ini belum di ketemukan.

“Teman nelayan yang membawa saksi ke pinggir pantai atas nama Jaenal (35) yang berprofesi sebagai nelayan dan tinggal di dusun Krajan RT 2 RW 1 desa Sarongan kecamatan pesanggaran”

Kanit Binmasair Aiptu I Gede Eka D menghimbau kepada masyarakat nelayan pesisir untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap perubahan cuaca extrem serta memperhatikan, memakai alat keselamatan pada saat melaut serta menaati imbuan petugas demi keselamatan bersama dan tak lupa juga Gede juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan menjaga jarak.(Putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *