Banyuwangi || Transisinews – Korupsi Mamin di Banyuwangi itu kecil, Dokumen fiktif bidang jasa konstruksi bisa cair atas kecukupan melayakkan Badan Usaha sangat besar.
Andi Purnama Pengamat Kebijakan Daerah mengatakan, Mamin sunstansinya segitu aja kok dikorupsi, apalagi anggaran dinas yang besar,,!!?? ungkapnya. “Selasa 29/11/2022
Berawal dari badan usaha “BODONG” masih diakomodir mendapatkan Proyek-Proyek di kabupaten Banyuwangi,
Padahal sudah ditegur oleh kementrian pusat,,, tapi di Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi (Pemkab) masih bandel dan tetap dilaksanakan oleh Badan Usaha, untuk “persengkongkolan” untuk melancarkan aksi korupsi, “ujar Andi Purnama,
Lebih membahayakan “korupsi kebijakan”. Dampaknya bisa “membunuh” nyawa ratusan , bahkan ribuan nyawa manusia
Raden Teguh Firmansyah ketua umum Aliansi Setia Nawaksara Indonesia (SNI) mengatakan, Ini yang seharusnya digali, siapa dalang sebenarnya perusak anggaran milik Banyuwangi.
“Klau mamin memang sie belum seberapa, seperti halnya dan logikanya, puluhan tambang diduga bodong, dan perusahaan lainnya sifatnya masih bodong. “Siapa yang terima pajaknya,
Kayaknya seruh nie Monopoli di Banyuwangi saat ini, tapi hukum saat ini udh sempurna apa belum,.. !! itu masalahnya,. “Maling sandal di tahan, maling uang rakyat bulat proses hukumnya,” pungkas Raden. (tim)