Papua Barata- Transisinews.com. Rencana keluarga korban akan melakukan aksi demo pada besok hari Tanggal 19 Agustus 2026, terkait kematian Yanto Idorway, adanya bukti Autopsi belum ada kejelasan yang pasti dari pihak penyidik Polres Pengunungan Arfak, Pegaf.
hal demikian Ketua Tim Advokat Keluarga Korban Yan Christian Warinussy mendapat Pesan Cet Whatsapp dari Kapolres Pegaf, tujuan Berkoordinasi terkait Aksi pada besok hari dengan Kalimat yang tidak sopan serta melanggar nilai – nilai budaya.
mengecam penyampaian Kapolres, yang menurutnya sangat tidak etis serta tidak sopan dalam berkordinasi. Sebut, Warinussy ” Dalam Cet Kapolres, ” Harusnya Nama bukan Marga, itu tidak sopan.” Kata Warinussy.
Warinussy juga mengatakan, saya orang asli Papua, dari Surui dan besar di Biak serta istri orang asli biak, kalau menurut Hukum Adat Orang Papua dengan perkataan Kapolres sebutan marga bukan nama itu tidak sopan.
yang kami tau berpendidikan, kenapa harus dengan kalimat yang menurut saya itu tidak etis, hal tersebut penting dipublikasikan agar semua orang tau cara berkomunikasi yang benar, apa lagikan dia seorang perwira.” tegas Warinussy.
Coba kalau kalimatnya, selamat malam bapak Warinussy Mohon maaf Bisa kah saya bertanya kenapa sampai ada rencana Aksi dari keluarga korban Rinto Idorway, pada besok hari, ini kan santun namanya, demikian hal ini pasti saya jawab dengan bijak dan bijaksana serta menghormati.” Kata Warinussy kepada Wartawan, 18 Agustus 2026.
cetingan Kapolres Pegaf,
perkataan kesal Warinussy, Lewat vec notice, atas balasan Cet Kapolres. saya menghormati bapak Kapolres jangan sebut nama saya dengan Marga, saya tidak akan tanggapih pertanyaan bapak kalau bapak tidak sopan terhadap saya.












